Korupsi dan Kekerasan

Lebaran baru lewat dua hari. Tapi Lik Brengos sudah mulai tidak betah ngendon di rumah terus. Dia kangsenan dengan Kang Kliwon di tempat nongkrong favoritnya, Wedangan Kemin Ngesus. Ketika dia datang, Kang Kliwon sudah duduk dengan mengangkat satu kakinya ke atas dingklik. Di samping ada Dhe Joyo yang klepas klepus.

“Wong hanya berdua aja kok seperti tidak saling kenal, neng-nengan tho sampean ki,” kata Lik Brengos menyapa kedua rekannya. Kang Kliwon dan Dhe Joyo klecam-klecem disapa sedemikian rupa. “Ngawur wae sampean ki Lik. Tapi kebetulan, kamu datang. Mau nanya, sebenarnya ada apa tho lik bisa-bisanya Dandim Karanganyar ngantemi wartawan ki,“ kata Dhe Joyo. Continue reading

Posted in wedangan SM | Leave a comment

Teror Elpiji

Di mana-mana diberitakan kerusakan tabung gas elpiji tiga kilogram. Tabung gas itu dulu diberikan kepada masyarakat dalam program konversi minyak tanah. Kala itu pemerintah yang menyuruh warga untuk menggunakan gas elpiji dan meninggalkan minyak tanah. Tidak peduli apakah warga itu mau atau tidak menggunakan elpiji, seperti Kang Kliwon.

”Pemerintah itu apa mau njlomprongke rakyatnya tho. Sudah memaksa harus pakai elpiji, ternyata tabung, selang dan sebagainya tidak ber-SNI,” katanya di suatu malam saat menikmati wedangan di HIK Kemin dekat Monumen Pers. Continue reading

Posted in wedangan SM | Leave a comment

Sekolahan

Di bulan Juli, banyak orang tua yang tiba-tiba merasa stress. ”Penyakit” tahunan yang selalu datang menjelang tahun ajaran baru. Orang tua pada bingung bahkan ada yang panik memikirkan kelanjutan sekolah anaknya. Bukan saja urusan biaya sekolah yang dipikirkan, tetapi juga jenis dan kualitas sekolah. Continue reading

Posted in wedangan SM | Leave a comment

Menghadirkan Kembali Nama Kampung di Perkotaan

Kebanyakan orang yang tinggal di perkotaan kini tidak lagi menggunakan nama kampung sebagai penanda. Mereka memilih menyebut nama jalan atau gedung sebagai ancer-ancer. Pergeseran itu sepertinya alamiah belaka lantaran nama-nama kampung tak lagi banyak dipergunakan. Termasuk urusan administratif, pemerintah juga sudah meninggalkan dan merasa sudah cukup dengan menuliskan nama jalan atau gang, nomor rumah, RT dan RW.

Coba saja bila Anda berada di Kota Solo, tanyakan pada anak-anak muda di sekitar Keraton Kasunanan, di mana letak Kampung Nogobandan atau Kampung Yosodipuran. Boleh jadi mereka akan terbengong. Kalau tidak dengan menjawab, “Kalau Jalan Yosodipura saya tahu, di sebelah barat Pura Mangkunegaran.” Continue reading

Posted in let's solo | 5 Comments